Rabu, 29 Juli 2015
8. Sejarah BK Di Indonesia
Sejarah Berdirinya Bimbingan Konseling Di Indonesia
Sejarah lahirnya Bimbingan dan Konseling di Indonesia diawali dari dimasukkannya Bimbingan dan Konseling (dulunya Bimbingan dan Penyuluhan) pada setting sekolah. Pemikiran ini diawali sejak tahun 1960. Hal ini merupakan salah satu hasil Konferensi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (disingkat FKIP, yang kemudian menjadi IKIP) di Malang tanggal 20 – 24 Agustus 1960. Perkembangan berikutnya tahun 1964 IKIP Bandung dan IKIP Malang mendirikan jurusan Bimbingan dan Penyuluhan.
Tahun 1971 beridiri Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) pada delapan IKIP yaitu IKIP Padang, IKIP Jakarta, IKIP Bandung, IKIP Yogyakarta, IKIP Semarang, IKIP Surabaya, IKIP Malang, dan IKIP Menado. Melalui proyek ini Bimbingan dan Penyuluhan dikembangkan, juga berhasil disusun “Pola Dasar Rencana dan Pengembangan Bimbingan dan Penyuluhan “pada PPSP. Lahirnya Kurikulum 1975 untuk Sekolah Menengah Atas didalamnya memuat Pedoman Bimbingan dan Penyuluhan.
Tahun 1978 diselenggarakan program PGSLP dan PGSLA Bimbingan dan Penyuluhan di IKIP (setingkat D2 atau D3) untuk mengisi jabatan Guru Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah yang sampai saat itu belum ada jatah pengangkatan guru BP dari tamatan S1 Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan. Pengangkatan Guru Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah mulai diadakan sejak adanya PGSLP dan PGSLA Bimbingan dan Penyuluhan. Keberadaan Bimbingan dan Penyuluhan secara legal formal diakui tahun 1989 dengan lahirnya SK Menpan No 026/Menp an/1989 tentang Angka Kredit bagi Jabatan Guru dalam lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Di dalam Kepmen tersebut ditetapkan secara resmi adanya kegiatan pelayanan bimbingan dan penyuluhan di sekolah. Akan tetapi pelaksanaan di sekolah masih belum jelas seperti pemikiran awal untuk mendukung misi sekolah dan membantu peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan mereka.Sampai tahun 1993 pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah tidak jelas, parahnya lagi pengguna terutama orang tua murid berpandangan kurang bersahabat dengan BP. Muncul anggapan bahwa anak yang ke BP identik dengan anak yang bermasalah, kalau orang tua murid diundang ke sekolah oleh guru BP dibenak orang tua terpikir bahwa anaknya di sekolah mesti bermasalah atau ada masalah.
Hingga lahirnya SK Menpan No. 83/1993 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya yang di dalamnya termuat aturan tentang Bimbingan dan Konseling di sekolah. Ketentuan pokok dalam SK Menpan itu dijabarkan lebih lanjut melalui SK Mendikbud No 025/1995 sebagai petunjuk pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Di Dalam SK Mendikbud ini istilah Bimbingan dan Penyuluhan diganti menjadi Bimbingan dan Konseling di sekolah dan dilaksanakan oleh Guru Pembimbing. Di sinilah pola pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di sekolah mulai jelas.
7. Konseling Islami
Konseling Islam
Secara singkat bimbingan dirumuskan sebagai berikut : Bimbingan Islami adalah proses pemberian bantuan terhadap individu agar mampu hidup selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah, sehingga dapat mencapai kebahagiaan hidup didunia dan akhirat.
Dengan demikian bimbingan islami merupakan proses pemberian bantuan sebagaimana kegiatan bimbingan lainnya, tetapi dalam seluruh seginya berlandaskan ajaran Islam, Yakni Alquran dan sunnah Rasul.
Bimbingan Islami merupakan proses pemberian bantuan, artinya bimbingan tidak menentukan atau mengharuskan , melainkan sekedar membantu individu. Individu dibantu , dibimbing, dibimbing, agar mampu hidup selaras dengan keetentuan dan petunjuk allah, maksudnya sebagai berikut :
1. Hidup selaras dengan ketentuan Allah artinya sesuai dengan kodrat yang ditentukan Allah (sesuai dengan sunnahnya ) sesuai dengan hakikatnya sebagai makhluk allah.
2.Hidup selaras dengan petunjuk Allah artinya sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan Allah melalui RasulNya (ajaran Islam).
3. Hidup selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah berarti menyadari eksitensi diri sebagai makhlu Allah yang diciptakan Allah untuk mengabdi kepadaNya (mengabdi seluas-luasnya)
4. dengan menyadari eksistensinya sebagai makhluk allah yang demikian itu, berarti yang bersangkutan dalam hidupnya akan berperilaku yang tidak keluar dari ketentuan dan petunjuk Allah, dengan hidup serupa itu, maka akan tercapai kehidupan yang bahagia didunia dan akhirat.
6. Bimbingan Dan Konseling
A. Definisi Bimbingan Dan Konseling
Diantara berbagai disiplin ilmu, yang memiliki kedekatan hubungan dengan konseling adalah psikologi, bahkan secara khusus dapat dikatakan bahwa konseling merupakan aplikasi dari psikologi, terutama jika dilihat dari tujuan, teori yang digunakan, dan proses penyelenggaraannya. Oleh karena itu telaah mengenai konseling dapat disebut dengan psikologi konseling (counseling psychology).
Kata konseling (counseling) berasal dari kata counsel yang diambil dari bahasa latin yaitu counselium, artinya ”bersama” atau ”bicara bersama”. Pengertian ”berbicara bersama-sama” dalam hal ini adalah pembicaraan antara konselor (counselor) dengan seseorang atau beberapa klien (Counselee). Dengan demikian counselium berarti, ”people coming together to again an understanding of problem that beset them were evident”, yang ditulis oleh Baruth dan Robinson (1987:2) dalam bukunya An Introduction to The Counseling Profession.
Carl Rogers, seorang psikolog humanistik terkemuka, berpandangan bahwa konseling merupakan hubungan terapi dengan klien yang bertujuan untuk melakukan perubahan self (diri) pada pihak klien. Pada intinya Rogers dengan tegas menekankan pada perubahan system self klien sebagai tujuan koseling akibat dari struktur hubungan konselor dengan kliennya.
Ahli lain, Cormier (1979) lebih memberikan penekanan pada fungsi pihak-pihak yang terlibat. Mereka menegaskan konselor adalah tenaga terlatih yang berkemauan untuk membantu klien. Pietrofesa (1978) dalam bukunya The Authentic Counselor, sekalipun tidak berbeda dengan rumusan sebelumnya, mengemukakan dengan singkat bahwa konseling adalah proses yang melibatkan seorang profesional berusaha membantu orang lain dalam mencapai pemahaman dirinya, membuat keputusan dan pemecahan masalah.
1. Konseling Sebagai Proses
Konseling sebagai proses berarti konseling tidak dapat dilakukan sesaat. Butuh proses yang merupakan waktu untuk membantu klien dalam memecahkan masalah mereka, dan bukan terjadi hanya dalam satu pertemuan. Permasalahan klien yang kompleks dan cukup berat, konseling dapat dilakukan beberapa kali dalam pertemuan secara berkelanjutan.
2. Koseling Sebagai Hubungan Spesifik
Hubungan antara konselor dan klien merupakan unsur penting dalam konseling. Hubungan koseling harus dibangun secara spesifik dan berbeda dengan hubungan sosial lainnya. Karena konseling membutuhkan hubungan yang diantaranya perlu adanya keterbukaan, pemahaman, penghargaan secara positif tanpa syarat, dan empati.
3. Konseling adalah Membantu Klien
Hubungan konseling bersifat membantu (helping). Membantu tetap memberikan kepercayaan pada klien dalam menghadapi dan mengatasi permasalahan mereka. Hubungan konseling tidak bermaksud mengalihkan pekerjaan klien pada konselor, tetapi memotivasi klien untuk lebih bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan mengatasi masalahnya.
4.Konseling untuk Mencapai Tujuan Hidup
Konseling diselenggarakan untuk mencapai pemahaman dan penerimaan diri, proses belajar dari perilaku adaptif, dan belajar melakukan pemahaman yang lebih luas tentang dirinya yang tidak hanya membuat ”know about” tetapi juga ”how to” sejalan dengan kualitas dan kapasitasnya. Tujuan akhir konseling pada dasarnya adalah sejalan dengan tujuan hidupnya yang oleh Maslow (1968) disebut aktualisasi diri.
Sedang dalam Webster’s third International Dictionare kata guidance mempunyai beberapa arti, yaitu:
a. the process of controlling the course of projectile (as a missile or bomber) aby a boult-in mechanisme.
b. The supertendence or assistance rendered by a guide (the build boy depended upon the guidance of his dog)
c. A program or service function to promote the adjustemen of special group (asor diliguente children or prisoners) chiefly trough psychological counseling or aparaisal.
d. Advice in choosing course, preparing for a focation or further education, or coping whit problems, given to student by a teacher or professional counselor.
Dari keempat arti kata guidance tersebut memberikan gambaran lengkap . Jones dalam bukunya yang berjudul principeles of guidance, merumuskan bimbingan sebagai berikut:
Guidance is the help given by one person to another in making intelegent and adjustment and in solvin problem.
Dalam definisi ini anak harus membuat pilihanya sendiri dan ia juga harus mampu memimpin diri sendiri secara bijaksana . menurut jhones, kemampuan mengadakan pilihann dan penyesuaian yang bijaksana tidak diperoleh dari pembawaan tetapi harus dipelajari dalam proses perkembanganya.
Mortensen dan Schmuller, dalam bukunya Giidence to day school (1978), merumuskan bimbingan (guidence) sebagai berikut Guidence may by defined as that part or the total educational program that helps provide the personal opportunities and specializhed staf service by which each individual can develop to the fulls of this abilities and capacities in trem for the democraik idea.
Tercapainya bimbingan menuntut kerja sama yang baik antara staf sekolah, yaitu guru, konselor, dokter, perawat, pekerja social, psikologi, dan kepala sekolah. Menurut L. Crow dan A. Crow definisi bimbingan adalah : Guidance is accistence made avileble by personality qualified and adequately trained man or women to a individual of any age help him manage his own life activities, develop his owen point of view, make his own decisions, and his owen burders.
Mereka sangat menekankan pertolongan dari orang yang ahli dan terlatih, dengan tujuan agar individu mampu menolong dirinya sendiri, memutuskan sendiri, dan bertanggung jawab sendiri. Sthon dan Shertzer merumuskan bimbingan sebagai process of helping individuals to anderstendet themselves and their world. Dari semua definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa bimbingan memiliki kata-kata kunci dengan artinya sebagai berikut :
a. suatu proses , setiap fenomena yang menunjukkan kontinuitas perubhan melalui waktu atu serangkaian kegiatan dan dan langkah-langkah menuju ke suatu tujuan.
b.Suatu usaha bantuan, untuk menambah, mendorong, merangsang, mendukung, menyentuh, menjelaskan agar individu tumbuh dari kekuatan sendiri.
c.Konseli atau anak, individu yang normal yang membutuhkan bantuan dalam proses perkembangannya.
d. Konselor, indifidu yang ahli dan terlatih dan mau memberikan bantuan kepada konseli. Bantuan ini dapat berupa tem sepesialis seperti konselor, guru, psikolog, doctor,m perawat, dan administrasi sekolah.
Dan istilah guidance and counseling di Indonesia mengalami pendistorsian makna menjadi penyuluhan atau nasihat. Tetapi dalam praktek selanjutnya istilah penyuluan banyak digunakan oleh banyak bidang semisal penyuluhan pertanian, penyuluhan bencana dll, yang sama sekali berbeda makana dan artinya dengan counseling, maka untuk tidak terjadinya salah pemahaman, istilah counseling tersebut langsung diserap menjadi konseling.
Mengenai kedudukan dan hubungan antara bimbingan dan konseling terdapat banyak pendapat, salah satunya memandang konseling sebagai teknik bimbingan. Dengan kata lain, konseling berada dalam bimbingan . pendapat lain mengatakan bahwa bimbingan terutama memusatkan diri pada pencegahan munculnya masalah sementara konseling memusatkan diri pada pencegahan masalah yang dihadapi individu. Dalam pengertian lain, bimbingan sifat atau fungsinya preventive, sementara konseling kuratif atau korektif. Dengan demikian bimbingan dan konseling berhadapan dengan obyek garapan yang sama, yaitu problem atau masalah. Perbedaanya terletak pada titik berat perhatian dan perlakuan terhadap masalah tersebut.
Sedangkan obyek garapan masalah dalam bimbingan dan konseling adalah masalah-masalah psikologis, bukan masalah-masalah fisik. Kemudian fungsi atau kegiatan bimbingan dan konseling, lazimnya, seperti telah disebutkan oleh para ahli bukan hanya sekedar yang bersifat prventif dan kuratif saja, melainkan sebagai berikut :
a.fungsi preventif atau pencegahan, yakni mencegah timbulnya masalah pada seseorang.
b.Fungsi kuratif atau korektif, yakni memecahkan atau menanggulangi masalah yang sedang dihadapi seseorang.
c.Fungsi preventive dan developmental, yakni memelihara agar keadaan yang telah baik tidak menjadi tidak baik kembali, dan mengembangkan keadaan yang sudah baik itu menjadi lebih baik lagi.
Selasa, 28 Juli 2015
5. Cara Belajar yang Efektif
Cara Belajar Efektif – Tidak ada dua orang yang belajar dengan cara yang
sama, dan ada sedikit keraguan bahwa cara untuk satu orang mungkin
tidak efektif bagi orang lain. Namun, ada beberapa teknik umum yang
tampaknya menghasilkan hasil yang baik. Akan sangat menarik jika belajar
itu tidak di anggap bekerja tetapi kesenangan.
Beberapa siswa, belajar dan termotivasi untuk belajar datang secara alami. Jika anda membaca halaman ini, kemungkinan bahwa Anda bukan salah satu dari mereka, tetapi jangan putus asa, ada harapan! Keberhasilan Anda di sekolah dan perguruan tinggi tergantung pada kemampuan Anda untuk belajar secara efektif dan efisien. Ini hidup Anda, waktu Anda, dan masa depan Anda. Waktu sangat berharga dan jangan di sia-siakan.
Panduan cara belajar efektif ini dirancang untuk membantu Anda mengembangkan kemampuan belajar yang efektif. Mempelajari suatu bahan membutuhkan kerja! Namun, dengan menggunakan teknik yang dijelaskan dalam panduan ini, dan dengan menerapkan diri sendiri, Anda dapat memperoleh keunggulan yang berharga dalam bahan pemahaman, mempersiapkan tes, dan, akhirnya, belajar. Panduan ini berisi beberapa teknik terbaik dan paling efektif untuk siswa sukses – siswa yang biasanya memiliki nilai tinggi di sekolah dan perguruan tinggi terlepas dari mata kuliah yang mereka ambil. Jadi baca terus, berpikir tentang apa yang Anda baca, dan mempersiapkan diri untuk menjadi mahasiswa yang sukses!
Mengatur Jadwal
Bahkan sebelum Anda mulai berpikir tentang proses belajar, Anda harus mengembangkan jadwal. Jika Anda tidak memiliki jadwal atau rencana untuk belajar, maka Anda tidak akan memiliki cara mengalokasikan waktu berharga Anda ketika hal tak terduga muncul. Seorang yang baik, dipikirkan dengan baik jadwal tepat. Semua jadwal harus dibuat dengan gagasan bahwa mereka dapat direvisi. Sebuah jadwal harus mempertimbangkan setiap kelas, laboratorium, kuliah, acara sosial, dan pekerjaan lain di mana Anda terlibat.
Belajar untuk program pembacaan
Untuk kelas yang membutuhkan bacaan, seperti bahasa asing, pastikan untuk menjadwalkan waktu studi sebelum kelas. Gunakan waktu untuk berlatih. Kadang-kadang, praktek dengan orang lain dapat membantu mempertajam keterampilan Anda dalam jangka waktu belajar sebelum kelas.
Tempat Yang Tepat Untuk belajar
Anda bisa belajar di mana saja. Jelas, beberapa tempat lebih baik daripada yang lain adalah Perpustakaan atau kamar pribadi yang terbaik. Yang terpenting tempat Anda memilih untuk belajar tidak boleh mengganggu.
Keterampilan berpikir
Setiap orang memiliki kemampuan berpikir, tetapi gunakan sedikit secara efektif. keterampilan berpikir yang efektif tidak dapat dipelajari, tetapi harus dibangun selama jangka waktu tertentu. pemikir Bagus melihat kemungkinan di mana orang lain hanya melihat mati-berakhir. Jika Anda bukan seorang pemikir yang baik, mulai sekarang dengan mengembangkan kebiasaan yang membuat Anda mengajukan pertanyaan diri Anda baca. Bicaralah dengan siswa lain yang Anda merasa adalah pemikir yang baik. Tanyakan kepada mereka apa yang mereka lakukan ketika mereka berpikir kritis atau kreatif. Sering kali, Anda dapat mengambil informasi berharga untuk membantu Anda menjadi seorang pemikir yang lebih baik.
Ajukan Pertanyaan
Mengajukan pertanyaan untuk belajar. Hal-hal penting untuk belajar biasanya jawaban atas pertanyaan. Pertanyaan harus mengarah pada penekanan pada apa, mengapa, bagaimana, kapan, siapa dan di mana isi studi. Ajukan pertanyaan diri Anda membaca atau belajar. Ketika Anda menjawab mereka, Anda akan membantu untuk memahami materi dan ingat lebih mudah karena prosesnya akan membuat kesan pada Anda. Hal-hal yang membuat tayangan yang lebih berarti, dan karena itu lebih mudah diingat. Jangan takut untuk menulis pertanyaan Anda di margin buku teks, pada catatan kuliah, atau di mana pun itu masuk akal.
Membaca
Sebuah cara utama dengan mana Anda mendapatkan informasi adalah melalui membaca. Di perguruan tinggi Anda diharapkan untuk membaca lebih banyak daripada di sekolah tinggi. Jangan berasumsi hanya karena Anda telah “membaca” tugas yang adalah akhir dari itu. Anda harus belajar untuk membaca dengan tujuan. Dalam mempelajari, Anda dapat membaca tugas yang sama tiga atau empat kali, setiap kali dengan tujuan yang berbeda. Anda harus tahu sebelum Anda mulai membaca apa tujuan Anda adalah, dan membaca. Membaca TIDAK menjalankan mata Anda melalui buku pelajaran. Ketika Anda membaca, membaca aktif. Baca untuk menjawab pertanyaan Anda bertanya pada diri sendiri atau pertanyaan instruktur atau penulis telah meminta. Selalu waspada untuk mencetak tebal atau dicetak miring. Para penulis bermaksud bahwa bahan ini mendapat penekanan khusus. Juga, ketika Anda membaca, pastikan untuk membaca semuanya, termasuk tabel, grafik dan ilustrasi. Sering kali tabel, grafik dan ilustrasi dapat menyampaikan ide lebih kuat daripada teks tertulis.
Ucapkan
Ketika Anda membaca, Anda berhenti membaca secara berkala untuk mengingat apa yang Anda baca. Cobalah untuk mengingat judul utama, ide-ide penting dari konsep yang disajikan dalam huruf tebal atau huruf miring, dan apa grafik, diagram atau ilustrasi menunjukkan. Cobalah untuk mengembangkan konsep keseluruhan apa yang telah Anda baca dalam kata-kata Anda sendiri dan pikiran. Cobalah untuk terhubung hal-hal yang baru saja Anda baca untuk hal-hal yang sudah tahu. Ketika Anda melakukan ini secara berkala, maka kemungkinan Anda akan mengingat lebih banyak dan bisa mengingat bahan untuk makalah, esai dan tes obyektif.
Review
review adalah survei dari apa yang telah tertutup. Ini adalah review dari apa yang seharusnya Anda capai, bukan apa yang akan Anda lakukan. Membaca ulang adalah bagian penting dari proses pemeriksaan. Membaca kembali dengan gagasan bahwa Anda mengukur apa yang telah Anda diperoleh dari proses tersebut. Selama pemeriksaan, ini saat yang baik untuk pergi lebih dari catatan anda telah diambil untuk membantu menjelaskan poin Anda mungkin telah terjawab atau tidak mengerti. Waktu terbaik untuk meninjau adalah ketika Anda baru saja selesai mempelajari sesuatu. Jangan tunggu sampai sebelum pemeriksaan untuk memulai proses pemeriksaan. Sebelum pemeriksaan, melakukan review akhir. Jika Anda mengatur waktu Anda, review akhir dapat dianggap sebagai “fine-tuning” pengetahuan Anda tentang bahan tersebut. Ribuan sekolah menengah dan mahasiswa telah mengikuti langkah-langkah SQ3R untuk mencapai nilai yang lebih tinggi dengan lebih sedikit stres
Mencatat
Seperti membaca, mencatat adalah keterampilan yang harus dipelajari dan disempurnakan. Hampir selalu, mencatat, atau kurangnya, adalah kekurangan konstan dalam metode studi banyak sekolah menengah dan mahasiswa. Belajar bahan catatan baik mengambil agak mudah, menerapkannya untuk situasi Anda sendiri tergantung pada seberapa serius Anda menjadi seorang mahasiswa yang sukses. Anda harus belajar untuk mencatat secara logis dan terbaca.
Garis Tulisan atau Menandai Tulisan yang di Baca
Pertama-tama, jangan menggaris bawahi. Gunakan stabilo. Pengalaman menunjukkan bahwa bagian-bagian teks yang disorot lebih mudah diingat daripada bagian yang sama digarisbawahi. Dalam menjelaskan teks, jangan hanya membaca bersama dan menyoroti apa yang tampaknya kata-kata penting. teknik itu jarang bekerja. Tindakan menguraikan bekerja jauh lebih baik.
Beberapa siswa, belajar dan termotivasi untuk belajar datang secara alami. Jika anda membaca halaman ini, kemungkinan bahwa Anda bukan salah satu dari mereka, tetapi jangan putus asa, ada harapan! Keberhasilan Anda di sekolah dan perguruan tinggi tergantung pada kemampuan Anda untuk belajar secara efektif dan efisien. Ini hidup Anda, waktu Anda, dan masa depan Anda. Waktu sangat berharga dan jangan di sia-siakan.
Panduan cara belajar efektif ini dirancang untuk membantu Anda mengembangkan kemampuan belajar yang efektif. Mempelajari suatu bahan membutuhkan kerja! Namun, dengan menggunakan teknik yang dijelaskan dalam panduan ini, dan dengan menerapkan diri sendiri, Anda dapat memperoleh keunggulan yang berharga dalam bahan pemahaman, mempersiapkan tes, dan, akhirnya, belajar. Panduan ini berisi beberapa teknik terbaik dan paling efektif untuk siswa sukses – siswa yang biasanya memiliki nilai tinggi di sekolah dan perguruan tinggi terlepas dari mata kuliah yang mereka ambil. Jadi baca terus, berpikir tentang apa yang Anda baca, dan mempersiapkan diri untuk menjadi mahasiswa yang sukses!
Mengatur Jadwal
Bahkan sebelum Anda mulai berpikir tentang proses belajar, Anda harus mengembangkan jadwal. Jika Anda tidak memiliki jadwal atau rencana untuk belajar, maka Anda tidak akan memiliki cara mengalokasikan waktu berharga Anda ketika hal tak terduga muncul. Seorang yang baik, dipikirkan dengan baik jadwal tepat. Semua jadwal harus dibuat dengan gagasan bahwa mereka dapat direvisi. Sebuah jadwal harus mempertimbangkan setiap kelas, laboratorium, kuliah, acara sosial, dan pekerjaan lain di mana Anda terlibat.
Belajar untuk program pembacaan
Untuk kelas yang membutuhkan bacaan, seperti bahasa asing, pastikan untuk menjadwalkan waktu studi sebelum kelas. Gunakan waktu untuk berlatih. Kadang-kadang, praktek dengan orang lain dapat membantu mempertajam keterampilan Anda dalam jangka waktu belajar sebelum kelas.
Tempat Yang Tepat Untuk belajar
Anda bisa belajar di mana saja. Jelas, beberapa tempat lebih baik daripada yang lain adalah Perpustakaan atau kamar pribadi yang terbaik. Yang terpenting tempat Anda memilih untuk belajar tidak boleh mengganggu.
Keterampilan berpikir
Setiap orang memiliki kemampuan berpikir, tetapi gunakan sedikit secara efektif. keterampilan berpikir yang efektif tidak dapat dipelajari, tetapi harus dibangun selama jangka waktu tertentu. pemikir Bagus melihat kemungkinan di mana orang lain hanya melihat mati-berakhir. Jika Anda bukan seorang pemikir yang baik, mulai sekarang dengan mengembangkan kebiasaan yang membuat Anda mengajukan pertanyaan diri Anda baca. Bicaralah dengan siswa lain yang Anda merasa adalah pemikir yang baik. Tanyakan kepada mereka apa yang mereka lakukan ketika mereka berpikir kritis atau kreatif. Sering kali, Anda dapat mengambil informasi berharga untuk membantu Anda menjadi seorang pemikir yang lebih baik.
Ajukan Pertanyaan
Mengajukan pertanyaan untuk belajar. Hal-hal penting untuk belajar biasanya jawaban atas pertanyaan. Pertanyaan harus mengarah pada penekanan pada apa, mengapa, bagaimana, kapan, siapa dan di mana isi studi. Ajukan pertanyaan diri Anda membaca atau belajar. Ketika Anda menjawab mereka, Anda akan membantu untuk memahami materi dan ingat lebih mudah karena prosesnya akan membuat kesan pada Anda. Hal-hal yang membuat tayangan yang lebih berarti, dan karena itu lebih mudah diingat. Jangan takut untuk menulis pertanyaan Anda di margin buku teks, pada catatan kuliah, atau di mana pun itu masuk akal.
Membaca
Sebuah cara utama dengan mana Anda mendapatkan informasi adalah melalui membaca. Di perguruan tinggi Anda diharapkan untuk membaca lebih banyak daripada di sekolah tinggi. Jangan berasumsi hanya karena Anda telah “membaca” tugas yang adalah akhir dari itu. Anda harus belajar untuk membaca dengan tujuan. Dalam mempelajari, Anda dapat membaca tugas yang sama tiga atau empat kali, setiap kali dengan tujuan yang berbeda. Anda harus tahu sebelum Anda mulai membaca apa tujuan Anda adalah, dan membaca. Membaca TIDAK menjalankan mata Anda melalui buku pelajaran. Ketika Anda membaca, membaca aktif. Baca untuk menjawab pertanyaan Anda bertanya pada diri sendiri atau pertanyaan instruktur atau penulis telah meminta. Selalu waspada untuk mencetak tebal atau dicetak miring. Para penulis bermaksud bahwa bahan ini mendapat penekanan khusus. Juga, ketika Anda membaca, pastikan untuk membaca semuanya, termasuk tabel, grafik dan ilustrasi. Sering kali tabel, grafik dan ilustrasi dapat menyampaikan ide lebih kuat daripada teks tertulis.
Ucapkan
Ketika Anda membaca, Anda berhenti membaca secara berkala untuk mengingat apa yang Anda baca. Cobalah untuk mengingat judul utama, ide-ide penting dari konsep yang disajikan dalam huruf tebal atau huruf miring, dan apa grafik, diagram atau ilustrasi menunjukkan. Cobalah untuk mengembangkan konsep keseluruhan apa yang telah Anda baca dalam kata-kata Anda sendiri dan pikiran. Cobalah untuk terhubung hal-hal yang baru saja Anda baca untuk hal-hal yang sudah tahu. Ketika Anda melakukan ini secara berkala, maka kemungkinan Anda akan mengingat lebih banyak dan bisa mengingat bahan untuk makalah, esai dan tes obyektif.
Review
review adalah survei dari apa yang telah tertutup. Ini adalah review dari apa yang seharusnya Anda capai, bukan apa yang akan Anda lakukan. Membaca ulang adalah bagian penting dari proses pemeriksaan. Membaca kembali dengan gagasan bahwa Anda mengukur apa yang telah Anda diperoleh dari proses tersebut. Selama pemeriksaan, ini saat yang baik untuk pergi lebih dari catatan anda telah diambil untuk membantu menjelaskan poin Anda mungkin telah terjawab atau tidak mengerti. Waktu terbaik untuk meninjau adalah ketika Anda baru saja selesai mempelajari sesuatu. Jangan tunggu sampai sebelum pemeriksaan untuk memulai proses pemeriksaan. Sebelum pemeriksaan, melakukan review akhir. Jika Anda mengatur waktu Anda, review akhir dapat dianggap sebagai “fine-tuning” pengetahuan Anda tentang bahan tersebut. Ribuan sekolah menengah dan mahasiswa telah mengikuti langkah-langkah SQ3R untuk mencapai nilai yang lebih tinggi dengan lebih sedikit stres
Mencatat
Seperti membaca, mencatat adalah keterampilan yang harus dipelajari dan disempurnakan. Hampir selalu, mencatat, atau kurangnya, adalah kekurangan konstan dalam metode studi banyak sekolah menengah dan mahasiswa. Belajar bahan catatan baik mengambil agak mudah, menerapkannya untuk situasi Anda sendiri tergantung pada seberapa serius Anda menjadi seorang mahasiswa yang sukses. Anda harus belajar untuk mencatat secara logis dan terbaca.
Garis Tulisan atau Menandai Tulisan yang di Baca
Pertama-tama, jangan menggaris bawahi. Gunakan stabilo. Pengalaman menunjukkan bahwa bagian-bagian teks yang disorot lebih mudah diingat daripada bagian yang sama digarisbawahi. Dalam menjelaskan teks, jangan hanya membaca bersama dan menyoroti apa yang tampaknya kata-kata penting. teknik itu jarang bekerja. Tindakan menguraikan bekerja jauh lebih baik.
4. Guru BK Bukan Polisi Sekolah !!
Fakta di lapangan, keberadaan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah
identik dengan masalah yang dihadapi siswa. Banyak siswa yang dianggap
bermasalah diarahkan ke guru BK atau biasa disebut konselor untuk
ditangani. Hal ini tidaklah salah, namun juga tak terlalu tepat. Ada
kecenderungan guru BK ibarat polisi sekolah yang tugasnya menghukumi
siswa bermasalah. Bahkan, siswa merasa tak nyaman berhubungan dengan
guru BK, karena malu dan takut dianggap bermasalah oleh siswa-siswa
lainnya. Seperti itukah wajah BK di sekolah? Kenyataan tak dimungkiri
apabila siswa kerapkali menjumpai masalah dalam kehidupannya. Masalah
itu bisa berupa masalah pribadi, sosial, karir, pendidikan, dan lain
sebagainya. Pada titik ini, ada individu siswa yang bisa mengatasi
masalahnya tanpa intervensi pihak lain.
Di sisi lain, ada individu siswa yang membutuhkan intervensi pihak lain untuk menyelesaikan masalahnya. Terkait perlunya intervensi pihak lain dalam upaya mengatasi masalah individu siswa, keberadaan BK di sekolah menemukan fungsi dan perannya. BK, papar Eti Nurhayati (2011), adalah ilmu pengetahuan, seni, sekaligus sarana untuk menolong manusia yang sedang membutuhkan pertolongan dari masalah yang sedang dihadapi atau dari masalah yang kemungkinan akan dihadapinya. Artinya, BK memang berupaya membantu individu siswa mengatasi masalahnya, namun BK juga berfungsi melakukan usaha preventif agar individu siswa terhindar dari masalah.
Menurut Dedi Supriadi (2004: 209-210), ada beberapa alasan mengenai pentingnya layanan BK di sekolah. Pertama, perbedaan antara individu. Setiap siswa mempunyai perbedaan antara satu dengan lainnya, di samping persamaannya. Perbedaan menyangkut kapasitas intelektual, keterampilan (skills), motivasi, persepsi, sikap, kemampuan, minat, dan lain-lain. Kedua, siswa-siswa menghadapi masalah-masalah dalam pendidikan. Masalah-masalah tersebut bisa masalah-masalah pribadi, hubungan dengan orang lain (guru, teman), masalah kesulitan belajar, dan lain-lain.
Dalam penyelesaiannya seringkali tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan memerlukan bantuan orang lain untuk berdialog. Orang lain maksudnya adalah orang yang mau mengerti diri siswa dan mengetahui cara penyelesaiannya. Dalam setting sekolah, konselor adalah orang yang dituntut untuk dapat memberikan bantuan tersebut. Ketiga, masalah belajar. Siswa datang ke sekolah dengan harapan agar bisa mengikuti pendidikan dengan baik. Tidak selamanya demikian. Ada berbagai masalah yang mereka hadapi, bersumber dari stress karena tugas-tugas, ketidakmampuan mengerjakan tugas, keinginan untuk bekerja sebaik-baiknya tetapi tidak mampu, ingat kepada keluarga (homesick), persaingan dengan teman, kemampuan dasar intelektual yang kurang, motivasi belajar yang lemah, dan lain-lain. Masalah-masalah tersebut tidak selalu diselesaikan dalam setting belajar-mengajar di kelas, melainkan memerlukan pelayanan secara khusus oleh konselor melalui konsultasi pribadi. Ditinjau lebih jauh, banyak hal yang sebenarnya perlu digarap guru BK di sekolah. Pembentukan konsep diri siswa perlu dilakukan. Bagaimana pun, perbedaan-perbedaan individu (individual differences) antara siswa satu dengan siswa yang lain tak terhindarkan. Siswa dengan konsep diri yang baik dapat menerima kelebihan dan kekurangan dirinya. Adakanya siswa merasa rendah diri dengan bentuk fisik atau faktor lainnya, sehingga menghambat pencapaian tujuan belajarnya. Melihat nilai mata pelajarannya rendah dibandingkan siswa-siswa lainnya, ada siswa yang patah semangat dan kehilangan motivasi sehingga malas berangkat ke sekolah. Guru BK berkepentingan membangun konsep diri siswa, sehingga tak menyebabkan siswa memiliki masalah di kemudian hari.
Jika siswa memiliki masalah, guru BK melakukan upaya identifikasi untuk membantu siswa menyelesaikan masalahnya secara tepat. Tak bisa dimungkiri apabila persoalan-persoalan siswa cukup kompleks. Masalah yang dialami siswa memiliki kompleksitas tersendiri yang tak mungkin dihadapi dengan metode yang sama. Siswa bukan individu yang terpisah dari lingkungan. Permasalahan siswa dimungkinkan akibat faktor lingkungan, seperti lingkungan teman sebaya, keluarga, dan masyarakat. Terpaan arus informasi dan media massa yang kurang positif juga berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian siswa. Maka, tantangan yang dihadapi guru BK tidaklah ringan. Kasus kenakalan siswa seperti penggunaan obat-obatan terlarang dan perilaku seks bebas perlu juga mendapatkan fokus tersendiri oleh guru BK di sekolah. Terkait stigma guru BK sebagai polisi sekolah dimungkinkan akibat keberadaan guru BK di sekolah yang tidak diberikan tugas sebagaimana fungsinya. Hal ini karena kekurangpahaman pihak sekolah atau kepala sekolah sebagai pengambil kebijakan terkait fungsi BK di sekolah. Di sisi lain, wajah cerah guru BK bukannya tak ada. Ada sekolah yang mengalokasikan jam khusus bagi guru BK untuk memberikan layanan kepada siswa secara klasikal di kelas. Di sekolah, ruangan BK semestinya representatif untuk pelaksanan tugas guru BK. Interaksi guru BK dengan siswa selayaknya bersahabat, sehingga siswa merasakan kenyamanan berkomunikasi atau mengungkapkan masalahnya. Kompetensi dan profesionalisme guru BK perlu ditingkatkan agar dapat melaksanakan layanan secara baik. Sebagai bagian dari penyelenggaraan pendidikan di sekolah, BK memiliki peranan penting. BK bertujuan membantu siswa mengenal dan memahami dirinya, menerima dan mengarahkan dirinya, dan dapat mengaktualisasikan dirinya sesuai potensi dan kemampuan objektifnya.
Guru BK bisa memprogramkan layanan untuk membangun motivasi dan kepercayaan diri siswa dalam mewujudkan keberhasilan meraih cita-citanya. Kondisi siswa yang telah baik perlu juga dipelihara dan dijaga, bahkan dikembangkan lebih baik lagi. Dengan layanan BK di sekolah, siswa harapannya dapat menemukan makna dalam dirinya sebagai individu manusia yang berharga untuk menjalankan kehidupan sebaik-baiknya.
Di sisi lain, ada individu siswa yang membutuhkan intervensi pihak lain untuk menyelesaikan masalahnya. Terkait perlunya intervensi pihak lain dalam upaya mengatasi masalah individu siswa, keberadaan BK di sekolah menemukan fungsi dan perannya. BK, papar Eti Nurhayati (2011), adalah ilmu pengetahuan, seni, sekaligus sarana untuk menolong manusia yang sedang membutuhkan pertolongan dari masalah yang sedang dihadapi atau dari masalah yang kemungkinan akan dihadapinya. Artinya, BK memang berupaya membantu individu siswa mengatasi masalahnya, namun BK juga berfungsi melakukan usaha preventif agar individu siswa terhindar dari masalah.
Menurut Dedi Supriadi (2004: 209-210), ada beberapa alasan mengenai pentingnya layanan BK di sekolah. Pertama, perbedaan antara individu. Setiap siswa mempunyai perbedaan antara satu dengan lainnya, di samping persamaannya. Perbedaan menyangkut kapasitas intelektual, keterampilan (skills), motivasi, persepsi, sikap, kemampuan, minat, dan lain-lain. Kedua, siswa-siswa menghadapi masalah-masalah dalam pendidikan. Masalah-masalah tersebut bisa masalah-masalah pribadi, hubungan dengan orang lain (guru, teman), masalah kesulitan belajar, dan lain-lain.
Dalam penyelesaiannya seringkali tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan memerlukan bantuan orang lain untuk berdialog. Orang lain maksudnya adalah orang yang mau mengerti diri siswa dan mengetahui cara penyelesaiannya. Dalam setting sekolah, konselor adalah orang yang dituntut untuk dapat memberikan bantuan tersebut. Ketiga, masalah belajar. Siswa datang ke sekolah dengan harapan agar bisa mengikuti pendidikan dengan baik. Tidak selamanya demikian. Ada berbagai masalah yang mereka hadapi, bersumber dari stress karena tugas-tugas, ketidakmampuan mengerjakan tugas, keinginan untuk bekerja sebaik-baiknya tetapi tidak mampu, ingat kepada keluarga (homesick), persaingan dengan teman, kemampuan dasar intelektual yang kurang, motivasi belajar yang lemah, dan lain-lain. Masalah-masalah tersebut tidak selalu diselesaikan dalam setting belajar-mengajar di kelas, melainkan memerlukan pelayanan secara khusus oleh konselor melalui konsultasi pribadi. Ditinjau lebih jauh, banyak hal yang sebenarnya perlu digarap guru BK di sekolah. Pembentukan konsep diri siswa perlu dilakukan. Bagaimana pun, perbedaan-perbedaan individu (individual differences) antara siswa satu dengan siswa yang lain tak terhindarkan. Siswa dengan konsep diri yang baik dapat menerima kelebihan dan kekurangan dirinya. Adakanya siswa merasa rendah diri dengan bentuk fisik atau faktor lainnya, sehingga menghambat pencapaian tujuan belajarnya. Melihat nilai mata pelajarannya rendah dibandingkan siswa-siswa lainnya, ada siswa yang patah semangat dan kehilangan motivasi sehingga malas berangkat ke sekolah. Guru BK berkepentingan membangun konsep diri siswa, sehingga tak menyebabkan siswa memiliki masalah di kemudian hari.
Jika siswa memiliki masalah, guru BK melakukan upaya identifikasi untuk membantu siswa menyelesaikan masalahnya secara tepat. Tak bisa dimungkiri apabila persoalan-persoalan siswa cukup kompleks. Masalah yang dialami siswa memiliki kompleksitas tersendiri yang tak mungkin dihadapi dengan metode yang sama. Siswa bukan individu yang terpisah dari lingkungan. Permasalahan siswa dimungkinkan akibat faktor lingkungan, seperti lingkungan teman sebaya, keluarga, dan masyarakat. Terpaan arus informasi dan media massa yang kurang positif juga berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian siswa. Maka, tantangan yang dihadapi guru BK tidaklah ringan. Kasus kenakalan siswa seperti penggunaan obat-obatan terlarang dan perilaku seks bebas perlu juga mendapatkan fokus tersendiri oleh guru BK di sekolah. Terkait stigma guru BK sebagai polisi sekolah dimungkinkan akibat keberadaan guru BK di sekolah yang tidak diberikan tugas sebagaimana fungsinya. Hal ini karena kekurangpahaman pihak sekolah atau kepala sekolah sebagai pengambil kebijakan terkait fungsi BK di sekolah. Di sisi lain, wajah cerah guru BK bukannya tak ada. Ada sekolah yang mengalokasikan jam khusus bagi guru BK untuk memberikan layanan kepada siswa secara klasikal di kelas. Di sekolah, ruangan BK semestinya representatif untuk pelaksanan tugas guru BK. Interaksi guru BK dengan siswa selayaknya bersahabat, sehingga siswa merasakan kenyamanan berkomunikasi atau mengungkapkan masalahnya. Kompetensi dan profesionalisme guru BK perlu ditingkatkan agar dapat melaksanakan layanan secara baik. Sebagai bagian dari penyelenggaraan pendidikan di sekolah, BK memiliki peranan penting. BK bertujuan membantu siswa mengenal dan memahami dirinya, menerima dan mengarahkan dirinya, dan dapat mengaktualisasikan dirinya sesuai potensi dan kemampuan objektifnya.
Guru BK bisa memprogramkan layanan untuk membangun motivasi dan kepercayaan diri siswa dalam mewujudkan keberhasilan meraih cita-citanya. Kondisi siswa yang telah baik perlu juga dipelihara dan dijaga, bahkan dikembangkan lebih baik lagi. Dengan layanan BK di sekolah, siswa harapannya dapat menemukan makna dalam dirinya sebagai individu manusia yang berharga untuk menjalankan kehidupan sebaik-baiknya.
3. Bimbingan Kelompok
Pengertian bimbingan kelompok menurut para ahli
- Menurut Prayitno ( 1995 : 62 ) menyatakan Bimbingan kelompok berarti memanfaatkan dinamika untuk mencapai tujuan-tujuan bimbingan dan konseling. Bimbingan kelompok lebih merupakan suatu upaya bimbingan kepada individu-individu melalui kelompok.
- Menurut W.S.Winkel dan M.M. Sri Hastuti. (2004:111). Bimbingan
kelompok dilakukan bilamana siswa yang dilayani lebih dari satu orang.
Bimbingan kelompok dapat terlaksana dengan berbagai cara, misalnya
dibentuk kelompok kecil dalam rangka layanan Konseling (konseling
kelompok), dibentuk kelompok diskusi, diberikan bimbingan karier kepada
siswa-siswi yang tergabung dalam satu kesatuan kelas di SMA. Dalam
bimbingan kelompok merupakan sarana untuk menunjang perkembangan optimal
masing-masing siswa, yang diharapkan dapat mengambil manfaat dari
pengalaman pendidikan ini bagi dirinya sendiri.
Jadi dapat disimpulkan kegiatan bimbingan kelompok merupakan salah satu layanan bimbingan dan konseling yang diberikan kepada sejumlah individu dalam bentuk kelompok dengan memanfaatkan dinamika kelompok untuk membahas topik tertentu yang dipimpin oleh pemimpin kelompok bertujuan menunjang pemahaman, pengembangan dan pertimbangan pengambilan keputusan/ tindakan individu. - Menurut Dewa Ketut Sukardi (2002 :48),bimbingan kelompok yaitu layanan bimbingan yang memungkinkan sejumlah peserta didik secara bersama-sama memperoleh berbagai bahan dari nara sumber tertentu (terutama dari pembimbing/ konselor) yang berguna untuk menunjang kehidupannya sehari-hari baik individu maupun sebagai pelajar, anggota keluarga dan masyarakat serta untuk pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
- Menurut Prof. Mungin (2005 : 17) menyatakan bimbingan kelompok adalah suatu kegiatan kelompok di mana pimpinan kelompok menyediakan informasi-informasi dan mengarahkan diskusi agar anggota kelompok menjadi lebih sosial atau untuk membantu anggota-anggota kelompok untuk mencapai tujuan-tujuan bersama.
- Menurut Juntika (2003 : 31),bimbingan kelompok merupakan bantuan terhadap individu yang dilaksanakan dalam situasi kelompok. Bimbingan kelompok dapat berupa penyampaian informasi ataupun aktivitas kelompok membahas masalah-masalah pendidikan, pekerjaan, pribadi dan sosial.
Sedangkan pengertian konseling kelompok yaitu :
- Menurut Prayitno (2004) layanan konseling kelompok pada dasarnya adalah layanan konseling perorangan yang dilaksanakan didalam suasana kelompok. Disana ada konselor dan ada klien, yaitu para anggota kelompok (yang jumlahnya minimal dua orang). Disana terjadi hubungan konseling dalam suasana yang diusahakan sama seperti dalam konseling perorangan yaitu hangat, permisif, terbuka dan penuh keakraban. Dimana juga ada pengungkapan dan pemahaman masalah klien, penelusuran sebab-sebab timbulnya masalah, upaya pemecahan masalah (jika perlu dengan menerapkan metode-metode khusus), kegiatan evaluasi dan tindak lanjut.
- Menurut Dewa Ketut Sukardi (2003) konseling kelompok merupakan konseling yang di selenggarakan dalam kelompok, dengan memanfaatkan dinamika kelompok yang terjdi di dalam kelompok itu. Masalah-masalah yang dibahas merupakan masalah perorangan yang muncul di dalam kelompok itu, yang meliputi berbagai masalah dalam segenap bidang bimbingan (bidang bimbingan pribadi, sosial, belajar dan karir).
- Menurut Winkel (2007) konseling kelompok adalah suatu proses antarpribadi yang dinamis, yang terpusat pada pemikiran dan perilaku yang disadari.
- Menurut Gazda (1989) dalam Tatik Romlah (2001) konseling kelompok adalah suatu proses antar pribadi yang dinamis yang memusatkan diri pada pikiran dan perilaku yang sadar dan melibatkan fungsi-fungsi seperti sikap permisif, orientasi pada kenyataan, katarsis, saling pengertian, saling menerima dan membantu.
- Menurut Tatik Romlah (2001) konseling kelompok adalah upaya untuk membantu individu agar dapat menjalani perkembangannya dengan lebih lancar, upaya itu bersifat pencegahan serta perbaikan agar individu yang bersangkutan dapat menjalani perkembangannya dengan lebih mudah.
Dari uraian-uraian yang disampaikan beberapa ahli di atas maka dapat
disimpulkan bahwasannya konseling kelompok merupakan salah satu layanan
konseling yang di selenggarakan dalam suasana kelompok yang memanfaatkan
dinamika kelompok, serta terdapat hubungan konseling yang hangat,
terbuka, permisif dan penuh keakraban.hal ini merupakan upaya individu
untuk membantu individu agar dapat menjalani perkembangannya dengan
lebih lancar, upaya itu bersifat preventif dan perbaikan. Sebab, pada
konseling kelompok juga ada pengungkapan dan pemahaman masalah klien,
penelusuran sebab-sebab timbulnya masalah, upaya pemecahan masalah,
kegiatan evaluasi dan tindak lanjut.
Tujuan Bimbingan dan Konseling Kelompok
Tujuan Bimbingan Kelompok
- Tujuan Umum
Secara umum layanan bimbingan kelompok bertujuan untuk pengembangan
kemampuan bersosialisasi, khususnya kemampuan berkomunikasi perserta
layanan (siswa).
- Tujuan Khusus
Secara lebih khusus layanan bimbingan kelompok bertujuan untuk mendorong
pengembangan perasaan, pikiran, persepsi, wawasan dan sikap yang
menunjang perwujudan tingkah laku yang lebih efektif, yaitu peningkatan
kemampuan berkomunikasi baik verbal maupun non verbal para siswa.
Menurut Prayitno (1995 : 70) tujuan yang ingin dicapai dalam bimbingan
kelompok yaitu penguasaan informasi untuk tujuan yang lebih luas,
pengembangan pribadi, dan pembahasan masalah atau topik-topik umum
secara luas dan mendalam yang bermanfaat bagi para anggota kelompok
Menurut Mungin Eddy Wibowo, (2005:17).Tujuan bimbingan kelompok adalah
untuk memberi informasi dan data untuk mempermudah pembuatan keputusan
dan tingkah laku.
Tujuan Konseling Kelompok
1. Menurut Dewa Ketut Sukardi, (2002:49).Tujuan konseling kelompok meliputi:
- Melatih anggota kelompok agar berani berbicara dengan orang banyak
- Melatih anggota kelompok dapat bertenggang rasa terhadap teman sebayanya
- Dapat mengembangkan bakat dan minat masing-masing anggota kelompok
- Mengentaskan permasalahan – permasalahan kelompok.
2.
Menurut Prayitno, (1997:80). Konseling kelompok memungkinkan siswa
memperoleh kesempatan bagi pembahasan dan pengentasan masalah yang
dialami melalui dinamika kelompok.
3.
Menurut Mungin Eddy Wibowo, (2005:20). Tujuan yang ingin dicapai dalam
konseling kelompok, yaitu pengembangan pribadi, pembahasan dan pemecahan
masalah pribadi yang dialami oleh masing-masing anggota kelompok, agar
terhindar dari masalah dan masalah terselesaikan dengan cepat melalui
bantuan anggota kelompok yang lain.
2.Teori Konseling Psikoanalisa
Banyak ragam definisi yang merujuk kepada pengertian psikologi sebagai ilmu jiwa yang menekankan perhatian studinya pada manusia, terutama pada perilaku manusia (human behavior or action). Hal ini dapat dipahami oleh sebab perilaku merupakan fenomena yang dapat diamati dan tidak abstrak. Sedang jiwa merupakan sisi dalam (inner side) manusia yang tidak teramati tetapi penampakannya tercermati dan tertangkap oleh indera, yaitu lewat perilaku. (Siswantoro, 2003 ; 26).
Perilaku
manusia sangat beragam, tetapi memiliki pola atau keterulangan jikan diamati
secara cermat. Pola atau keterulangan inilah yang ditangkap sebagai fenomena
dan seterusnya diklasifikasikan ke dalam kategori tertentu. Sebagai misal,
perilaku yangberhubungan fenomena frustasi atau kecemasan (anxienty). Pemahaman
fenomena kejiwaan tersebut dapat dilakukan lewat perilaku seperti apa yang
diucapkan dan diperbuat penanggung frustasi dan anxienty. Ucapan dan perbuatan
tadi menjadi bahan observasi dan seterusnya diidentifikasi sebagai kategori :
repression, aggression, projection atau kategori lain. Demikian pula perilaku
seseorang yang menanggung gejala jiwa tak normal (abnormal) dapat dipilah-pilah
ke dalam kategori hysteria, fobia, depresi dan lain-lain.
PEMBAHASAN
A.Konsep Dasar dan Definisi Psikoanalisa.
1. Hakikat manusia
Freud berpendapat bahwa manusia berdasar pada
sifat-sifat Anti Rasionalisme, Rene Descartes adalah tokoh yang pertama kali
meletakkan dasar teori rasional dalam wacana filsafat Modern, terutama pada
kesadaran budi (akal/rasio) sebagai upaya pencapaian kebenaran (antoposentris).
Menurutnya, rasio menjadi sumber dan pangkal segala pengertian, sedangkan budi
memegang pimpinan dalam segala pengertian. Yang termasuk ke dalam hakikat
manusia antara lain:
Pandangan tentang manusia
·
Manusia
cenderung pesimistik, deterministik, mekanistik dan reduksionistik.
·
Manusia
dideterminasi oleh kekuatan-kekuatn irasional, motivasi-motivasi tidak sadar,
kebutuhan-kebutuhan dan dorongan-dorongan biologis dan naluriah oleh
peristiwa-peristiwa psikoseksual yang terjadi pada masa lalu dari kehidupannya.
·
Tingkah laku
manusia
ditujukan untuk memenuhi kebutuhan
biologis dan insting-instingnya,
dikendalikan oleh
pengalaman-pengalaman masa lampau dan ditentutkan oleh faktor-faltor
interpersonal dan intrapsikis.
1.
Pandangan
tentang Kepribadian
2.
Tingkatan
Kesadaran.
3.
tingkatan yang
memiliki fungsi mengingat, menyadari, dan merasakan sesuatu secara sadar.
4.
Kesadaran ini
memiliki ruang yang terbatas dan tampak pada saat individu menyadari berbagai
stumulus yang ada disekitarnya.
5.
Tingkatan
kesadaran yang menyimpoan ide, ingatan, dan perasaan yang berfungsi mengantarkan
ke tingkat kesadaran.
6.
Bukan
merupakan bagian dari tingkat kesadaran, tetapi merupakan tingkatan lain yang
biasanya membutuhkan waktu beberapa saat untuk menyedari sesuatu Ketidaksadaran.
7.
Tingkatan
dunia kesadaran yang terbesar dan sebagai bagian terpenting dari struktur
psikis, karena segenap pikiran dan perasaan yang dialami sepanjang hidupnya
yang tidak dapat disadari lagi akan tersimpan di dalam ketidaksadaran.
8.
Tingkah laku
manusia sebagian besar didorong oleh perasaan dan pikiran yang tersimpan di
tingkat ketidaksadaran ini.
9.
Struktur
Kepribadian.
Psikoanalisa merupakan suatu metode penyembuhan yang
bersifat psikologis dengan cara-cara fisik. Psikoanalisa jelas terkait dengan
tradisi jerman yang menyatakan bahwa pikiran adalah entitas yang aktif, dinamis
dan bergerak dengan sendirinya. Selain itu, psikoanalisis tidak lahir dari
penelitian akademis, sebagaimana sistem-sistem lain, namun merupakan produk
konsekuensi terapan praktik klinis.
Penyusunan obeservasi yang dilakukan freud bertujuan untuk menyusun
berbagai pendekatan-pendekatan terapi yang sangat dibutuhkan.
Formulasi-formulasi inilah yang diperluas ke teori psikodinamika perkembangan
kepribadian yang bergantung pada pengurangan ketegangan.
Psikoanalisis merupakan psikologi ketidaksadaran. Perhatiannya teruju
kearah bidang motivasi, emosi, konflik, simpton-simpton neurotik, mimpi-mimpi,
dan sifat-sifat karakter. Psikoanalisis dahulu lahir bukan dari psikologi
melainkan dari kedokteran, yakni kedokteran bidang sakit jiwa. Tokoh utama
psikoanalisa ialah Sigmund Freud. Pada mulanya Freud mengembangkan teorinya
tentang struktur kepribadian dan sebab-sebab gangguan jiwa.
Manusia pada hakekatnya bersifat biologis, dilahirkan dengan
dorongan-dorongan instingtif, dan perilaku merupakan fungsi mereaksi secara
mendalam terhadap dorongan-dorongan tersebut. Manusia bersifat tidak rasional,
tidak sosial, dan destruktif terhadap dirinya sendiri dan orang lain. Konsep
Freud yang anti rasionalisme menekankan motivasi tidak sadar, konflik, dan
simbolisme sebagai konsep primer. Manusia pada hakekatnya bersifat biologis,
dilahirkan dengan dorongan-dorongan instingtif, dan perilaku merupakan fungsi
mereaksi secara mendalan terhadap dorongan-dorongan itu. Manusia bersifat tidak
rasional dan tidak sosial, dan destruktif terhadap dirinya dan orang lain.
Energi psikis yang paling dasar disebut libido yang bersumber dari dorongan
seksual yang terarah kepada pencapaian kesenangan.
Menurut Freud
teori kepribadian menyangkut 3 hal :
1. Struktur kepribadian yang terdiri dari tiga sistem, yaitu :
v Id adalah aspek biologis yang merupakan sistem kepribadian yang asli.
v Ego adalah aspek psikologis yang timbul karena kebutuhan organisme untuk
berhubungan dengan dunia kenyataan.
v Super ego adalah aspek sosiologis yang mencerminkan nilai-nilai tradisiona
serta cita-cita masyarakt yang ada di dalam kepribadian individu.
2. Dinamika kepribadian
Terdiri dari cara bagaimana energi psikis itu
disitribusikan serta digunkan oleh id, ego, dan super ego. Biasanya ada
struktur imajinasi yang berkaitan dengan dinamika kepribadian, adanya relasi
antara hubungan eksternal dan internal yaitu ;
v
Faktor keluarga dan lingkungan
v
Budaya
v
Financial
v
Agama
v
Dan faktor lainnya
3. Perkembangan kepribadian
Kepribadian individu menurutr Freud telah mulai
terbentuk pada tahun-tahun pertama di masa kanak-kanak. Pada umur 5 tahun
hampir seluruh struktur kepribadian telah terbentuk, pada tahun-tahun
berikutnya hanya menghaluskan struktur dasar tersebut.
A. Teknik-Teknik Konseling Psikoanalisa
Psikoanalisa disamping sebagai teori kepribadian,
dapat pula berfungsi sebagai teknik analisa kepribadian. Untuk dapat
menerangkan suatu gejala psikoneurose misalnya, agar dapat diusahakan
penyembuhan terhadap penderita yang bersangkutan maka perlu di analisa terlebih
dahulu kepribadian penderita yang bersangkutan. Dalam analisa ini umumnya
dipergunakan 2 cara pendekatan, yaitu pertama-pertama melihat dinamika dari
dorongan-dorongan primitif (khususnya libido).
Teknik-teknik yang dipergunakan
dalam menganalisa kepribadian selanjutnya dipergunakan juga sekaligus sebagai
teknik psikoterapi karena pada prinsipnya psikoanalisa mengakui bahwa kalau
faktor penyebab yang tersembunyi didalam ketidaksadaran sudah bisa diketahui
dan dibawah ke kesadaran maka penderita dengan sendirinya akan sembuh. Sebagai
seorang murid Charcot, Freud masih berpedirian sama dengan Charcot, yaitu bahwa
penyakit biasanya (psikoneurose) umumnya dapat disembuhkan setelah faktor
penyebab dalam faktor ketidaksadaran dapat diketahui.
Adapun teknik-teknik dasar konseling psikoanalisa
adalah sebagai berikut
1.
Asosiasi bebas
Teknik pokok dalam terapai psikoanalisa adalah
asosiasi bebas. Konselor memerintahkan klien untuk menjernihkan pikiranya adari
pemikiran sehari-hari dan sebanyak mungkin untuk mengatakan apa yang muncul
dalam kesadaranya. Yang pokok, adalah klien mengemukakan segala sesuatu melalui
perasaan atau pemikiran dengan melaporkan secepatnya tanpa sensor. Metode
ini adalah metode pengungkapan pangalaman masa lampau dan penghentian
emosi-emosi yang berkaitan dengan situasi traumatik dimasa lalu, klien
memperoleh pengetahuan dan evaluasi diri sendiri.
2.
Interpretasi
Adalah prosedur dasar yang digunakan dalam
analisis asosiasi bebas, analisi mimpi, analisis resistensi dan analisis
transparansi. Prosedurnya terdiri atas penetapan analisis, penjelasan, dan
mengajarkan klien tentang makna perilaku dimanifestasikan dalam mimpi, asosiasi
bebas, resistensi dan hubungan terapeutik itu sendiri. Fungsi interpretasi
adalah membiarkan ego untuk mencerna materi baru dan mempercepat proses
menyadarkan hal-hal yang tersembunyi.
Rambu-rambu
Interpretasi :
- Interpretasi disajikan pada saat gejala yg diinterpretasikan berhubungan erat dengan hal-hal yg disadari klien.
- Interpretasi dimulai dari permukaan menuju hal-hal yg dalam (dialami oleh situasi emosional klien).
- Menetapkan resistensi atau pertahanan sebelum menginterpretasikan emo-si atau konflik.
3.
Analisis mimpi
Merupakan prosedur yang penting untuk membuka hal-hal yang tidak disadari
dan membantu klien untuk memperoleh tilikan kepada masalah-masalah yang belum
terpecahkan, menurut kami(pemakalah)”aspek yang membuat klaen mimpi itu
dikarnakan adanya system imunitas pencernaan otak yang membuat orang itu
bermimpi dan bias saja orang itu berimajinasi tinggi sehingga terkontaminasi
oleh masalah-masalah pribadinyea sehingga terbawa mimpi”.
4.
Analisis dan interpretasi transferensi
Transferensi (pemindahan).Transferensi muncul dengan sendirinya dalam
proses terapeutik pada saat dimana kegiatan-kegiatan klien masa lalu yang tak
terselesaikan dengan orang lain, menyebabkan dia mengubah masa kini dan
mereaksi kepada analisis sebagai yang dia lakukan kepada ibunya atau ayahnya
ataupun siapapun.
Tujuan dari analisis ini adalah sebagai berikut
:
·
Klien memperoleh pemahaman atas
pengalaman-pengalaman tak sadar dan pengaruh masa lampau terhadap kehidupan
sekarang.
·
Memungkinkan klien menembus konflik lampau yang
diperta-hankan hingga sekarang dan menghambat perkembangan emosinya.
5.
Analisis dan interpretasi resistensi
Freud memandang resistensi sebagai suatu dinamika yang tidak disadari yang
mendorong seseorang untuk mempertahankan terhadap kecemasan. Interpretasi
konselor terhadap resistensi ditujukan kepada bantuan klien untuk menyadari alasan
timbulnya resistensi.
B.
Proses Konseling Psikoanalisa
Tujuan konseling adalah membentuk kembali struktur karakter individu dengan
membuat yang tidak sadar menjadi sadar pada diri klien. Proses dipusatkan pada
usaha menghayati kembali pengalaman-pengalaman masa kanak-kanak. Pengalaman
masa lampau ditata, didiskusikan, dianalisa, dan ditafsirkan dengan tujuan
untuk merekontruksikan kepribadian.
Satu karakteristik konseling ini adalah bahwa terapi atau analisa bersikap
anonim(tak dikenal) dan bertindak dengan sangat sedikit menunjukan perasaan dan
pengalamanya, sehingga dengan demikian klien akan memantulkan perasaanya kepada
konselor. Konselor terutama berkenaan dengan membantu klien mencapai kesadaran
diri, ketulusan hati, dan berhubungan pribdi yang lebih efektif, dalam
menghadapi kecemasan melaui cara-cara realistis. Pertama-tama konselor harus
membuat suatu hubungan kerjasama dengan klien dan kemudian melakukan
serangkaian kegiatan mendengarkan dan menafsirkan. Konselor memberikan
perhatian kepada resistensi atau penolakan klien. Sementara klien berbicara,
konselor mendengarkan dan memberikan penafsiran yang memadai fungsinya adalah
pempercepat proses penyadaran hal-hal yang tersimapan dalam ketidaksadaran.
Tujuan konseling psikoanalitik adalah :
- Proses konseling dipusatkan pada usaha menghayati kembali pengalaman-pengalaman masa kanak-kanak. Pengalaman masa lampau ditata, didiskusikan, dianalisa dan ditafsirkan dengan tujuan untuk merekonstruksi kepribadian.
- Konseling analitik menekankan dimensi afektif dalam membuat pemahaman ketidak sadaran.
- Tilikan dan pemahaman intelektual sangat penting, tetapi yang lebih adalah mengasosiasikan antara perasaan dan ingatan dengan pemahaman diri.
- Satu karakteristik konseling psikonalisa adalah bahwa terapi atau analisis bersikap anonim (tak dikenal) dan bertindak sangat sedikit menunjukkan perasaan dan pengalamannya, sehingga dengan demikian klien akan memantulkan perasaannya kepada konselor. Proyeksi klien merupakan bahan terapi yang ditafsirkan dan dianalisia.
- Konselor harus membangun hubungan kerja sama dengan klien kemudian melakukan serangkaian kegiatan mendengarkan dan menafsirkan.
- Menata proses terapeutik yang demikian dalam konteks pemahaman struktur kepribadian dan psikodinamika memungkinkan konselor merumuskan masalah klien secara sesungguhnya. Konselor mengajari klien memaknai proses ini sehingga klien memperoleh tilikan mengenai masalahnya.
- Klien harus menyanggupi dirinya sendiri untuk melakukan proses terapi dalam jangka panjang. Setiap pertemuan biasa berlangsung satu jam.
- Setelah beberapa kali pertemuan kemudian klien melakukan kegiatan asosiasi bebas. Yaitu klien mengatakan apa saja yang terlintas dalam pikirannya.
- “dan klien memberikan hasil lintasan imajinasi yang terungkap, sehingga dapat di asosiasikan dalam pisikoanalitik ini, dan biasanyea”,menurut penulis.
Sumbangan utama
teori psikoanalisa dalam praktek koseling sangat bermamfaat, terutama dalam
pemahaman individu yang bermasalah. Psikoanalisa yang merupakan teori utama Sigmund Freud, adalah sebuah model perkembangan kepribadian,
filsafat tentang manusia, dan metode konseling dan psikoterapi.
Sumbangan-sumbangan utama yang bersejarah dari
teori dan praktek psikoanalisa adalah:
1.
Kehidupan mental individu menjadi bisa dipahami,
dan pemahaman terhadap sifat manusia bisa diterapkan pada penanggulangan
penderitaan manusia/sifat yang bermasalah.
2.
Tingkah laku di ketahui sering ditentukan oleh
faktor-faktor tak sadar.
3.
Perkembangan pada masa dini kanak-kanak memiliki
pengaruh yang kuat terhadap kepribadian dimasa dewasa.
4.
Teori psikoanalisa menyediakan kerangka kerja
yang berharga untuk memahami cara-cara yang digunakan oleh individu dalam
mengatasi kecemasan dengan mengandalkan adanya mekanisme-mekanisme yang bekerja
untuk menghindari luapan kecemasan.
5.
Pendekatan psikonalisia telah memberikan cara
mencari keterangan dari ketidaksadaran melalui analisis atas mimpi-mimpi,
resistensi-resistensi, transferensi-transferensi.
Konsep utama
dari teori psikoanalisa diatas sangat membantu menangani individu-individu yang
bermasalah dalam praktek konseling. Ini karena konsep teori psikoanalisa
berasal dari analisis perilaku yang abnormal, sehingga sangat cocok memilih
pendekatan psikoanalisa untuk menangani perilaku yang bermasalah dalam praktek
konseling.
KASUS PSIKOANALISIS
Pada suatu ketika, Wagiman
berjalan-jalan disekitar lingkungan sekolah. Tiba-tiba, ia melihat pacarnya
sedang berduaan dengan lelaki lain. Melihat kejadian itu, ia langsung murka.
Tidak sengaja, ia melihat sebuah botol didekat kakinya. Dengan refleknya, ia
menyambar botol dan langsung dilempar kearah lelaki yang sedang berduaan dengan
pacarnya. Lemparan yang tiba-tiba itu membuat lelaki tersebut jatuh tak
sadarkan diri. Setelah kejadian itu, diketahui bahwa Wagiman sering sekali
melempar benda-benda disekitarnya saat merasa marah. Selain itu, tidak hanya
saat marah, Wagiman juga seperti itu saat ia melihat orang-orang asing. Ia
selalu mudah curiga terhadap orang-orang tak dikenal yang berlalu lalang
didepan kosnya. Tidak segan ia melempar orang yang dianggap berbahaya tanpa
melihat terlebih dahulu.
Sejak kecil, Wagiman sering kali
mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan oleh teman-temannya. Teman-temannya
sering mengejek dengan sangat menyakitkan karena kebetulan Wagiman berasal dari
keluarga yang pas-pasan. Awalnya Wagiman bisa bersabar. Ia tetap bisa berkepala
dingin saat menghadapi teman-temannya. Namun akhirnya, ejekan yang bertubi-tubi
itu bisa membuat Wagiman lepas kendali. Ia memukuli orang yang mengejeknya
hingga tak sadarkan diri. Setelah kejadian itu, tidak ada lagi orang-orang yang
berani mengganggunya.
Wagiman juga pernah mengalami kejadian
yang tak mengenakkan lainnya. Suatu hari, ada dua orang lelaki yang sedang
jongkok disamping rumahnya. Kehadiran mereka tidak diperdulikan oleh Wagiman.
Keesokan harinya, dua orang lelaki tersebut kembali terlihat sedang
mondar-mandir didekat rumahnya. Pada hari berikutnya saat pulang sekolah, ia
sangat terkejut. Sesampai dirumah, ia melihat ibunya terkulai bersimbah darah.
Ternyata dirumahnya telah terjadi perampokan. Setelah kejadian itu, ia mudah
sekali curiga pada orang asing yang sering berlalu lalang didekat tempat
tinggalnya.
KESIMPULAN
Psikoanalisa merupakan suatu metode penyembuhan
yang bersifat psikologis dengan cara-cara fisik. Psikoanalisa jelas terkait
dengan tradisi jerman yang menyatakan bahwa pikiran adalah entitas yang aktif,
dinamis dan bergerak dengan sendirinya. Psikoanalisis merupakan psikologi
ketidaksadaran. Perhatiannya teruju kearah bidang motivasi, emosi, konflik,
simpton-simpton neurotik, mimpi-mimpi, dan sifat-sifat karakter.
Teori ini lebih mengedepankan
agar seorang konselor mampu menggali pengalaman-pengalaman yang terjadi pada
seoang klient sehingga dapat merekonstruksi kepribadian konseli tersebut.
Adapun teknik-teknik dasar konseling psikoanalisa adalah sebagai berikut :
- Asosiasi bebas
- Interpretasi
- Analisis mimpi
- Analisis dan interpretasi transferensi
- Analisis dan interpretasi resistensi
Konsep manusia yaitu
sebagai determinasi oleh pikiran pikiran kekuatan irasional, motivasi motivasi
tidak sadar, kebutuhan kebutuhan dan dorongan dorongan biologis dan naluriah
oleh peristiwa peristiwa psikoseksual yang terjadi pada masa lalu dari
kehidupannya.
Tingkah laku manusia yakni
:
1. Ditunjukan untuk memenuhi
kebutuhan biologis dan insting instingnya
2. Dikendalikan oleh
pengalaman pengalaman masa lampau dan di tentukan oleh faktor faktor
interpersonal dan intrapsikis.
DAFTAR PUSTAKA
Ø
Ruswandi, Uus. 2010. Pengembangan Kepribadian
Guru. Bandung : CV. Insan Mandiri
Langganan:
Postingan (Atom)






